Teknik Pembenihan Ikan Bawal

Teknik Pembenihan Ikan Bawal

  1. PENDAHULUAN
Bawal air tawar ( Colossoma macropomum) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Ikan ini berasal dari Brasil. Pada mulanya ikan bawal diperdagangkan sebagai ikan hias, namun karena pertumbuhannya cepat, dagingnya enak dan dapat mencapai ukuran besar maka masyarakat menjadikan ikan tersebut sebagai ikan komsumsi.
Walaupun ketenaran ikan bawal belum dapat disejajarkan dengan komoditas perikanan lainnya, namun permintaan konsumen setiap tahunnya terus meningkat, baik untuk konsumsi dalam negri maupun ekspor. Maka tak heran, bila di masa yang akan datang akan menjadi komoditas unggulan seperti jenis-jenis ikan lainnya.
  1. BIOLOGI
– Secara sistematis ikan bawal termasuk ke dalam genus Chacoid dan spesies Colossoma macropomum
– Badan agak bulat,bentuk tubuh pipih, sisik kecil, kepala hampir bulat,lubang hidung agak besar, sirip dada di bawah tutup insang, sirip perut dan dubur terpisah, punggung berwarna abu-abu tua, perut putih abu-abu dan merah
– Ikan bawal banyak ditemukan di sungai-sungai besar seperti Amazon (Brasil) dan Orinoco (Venezuela)
– Termasuk ikan carnivora, giginya tajam namun tidak ganas seperti piranha
– Induk bawal sudah mulai dapat dipijahkan pada umur 4 tahun, bila pertumbuhannya normal dapat mencapai berat 4 kg
  • PEMBENIHAN
  1. PEMELIHARAAN INDUK
    • Induk-induk dipelihara di kolam dengan kepadatan 0,5 kg/m Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet sebanyak 3 % dari berat tubuh ikan dan diberikan 3 s/d 4 kali/hari. Menjelang musim hujan jumlah pakan menjadi 4 %. Induk betina beratnya 4 kg dapat menghasilkan telur sebanyak 400.000 butir
    • Tanda induk yamg matang gonad
Betina : perut buncit, lembek dan lubang kelamin memerah
Jantan : perut langsing, warna merah di tubuhnya lebih jelas
  1. PEMIJAHAN
    • Pemijahan bawal baru bisa dilakukan secara Induced Spawning, untuk betina dengan menyuntikan hormon LHRH-a sebanyak 3µg/kg atau ovaprim 0,75 ml/kg. Untuk jantan menggunakan LHRH-a sebanyak 2µg/kg atau ovaprim 0,5 ml/kg. LHRH-a dilarutkan dalam larutan 0,7% NaCl
    • Induk betina disuntik dua kali dengan selang waktu 8 s/d 12 jam. Penyuntikan pertama sebanyak 1/3 bagian dari dosis total dan penyuntikan kedua 2/3 nya.
    • Induk yang sudah disuntik dimasukan ke dalam hapa pemijahan yang dipasang dalam bak pemijahan. Selama pemijahan air harus tetap mengalir. Pemijahan biasanya terjadi 3 s/d 6 jam setelah penyuntikan kedua
  1. PENETASAN
– Setelah memijah telur-telur diambil menggunakan scope net halus, kemudian telur tersebut ditetaskan di dalam akuarium yang telah dilengkapi dengan aerasi dan water heater dengan suhu 27 s/d 29 oC. Kepadatan telur antara 100 s/d 150 butir/liter, biasanya telur-telur akan menetas dalam waktu 16 s/d 24 jam
  • PEMELIHARAAN LARVA
Larva dipelihara dalam akuarium yang sama , namun sebelumnya ¾ bagian airnya dibuang. Padat penebaran larva 50 s/d 100 ekor/liter. Larva yang berumur 4 hari diberi pakan berupa naupli Artemia, Brachionus atau Moina. Pemeliharaan larva ini berlangsung selama 14 hari. Selama pemeliharaan larva, air harus diganti stiap hari 2/3 bagiannya. Setelah berumur 14 hari larva siap ditebar ke kolam pendederan.
  1. PENDEDERAN
    • Pendederan ikan bawal dilakukan di kolam yang luasnya 500 s/d 1000 m. Namun kolam tersebut harus disiapkan satu minggu sebelum penebaran benih. Persiapan meliputi pengeringan, perbaikan pematang, pengolahan lahan dasar dan pembuatan kamalir
    • Setelah di kolam dikapur dengan tohor sebanyak 100 s/d 200 gram/m2 dan dipupuk dengan organik dengan dosis 500 s/d 1000 gram/m2.
    • Bila kolam sudah siap, larva ditebar pada pagi hari dengan kepadatan 50 s/d 100 ekor/m2
    • Setiap hari diberi pakan tambahan berupa pellet halus sebanyak 750 gram/10.000 ekor larva dan diberikan 3 kali per hari
    • Pemeliharaan di kolam pendederan berlangsung selama 21 hari
sumber : https://goo.gl/DEUfxv

Share this:

Disqus Comments